-->

May 18, 2021

Dapat Uang Jajan dari Hasil Gampung Bawang



Matahari makin terik dan saya masih asyik di tengah sawah. Sembari bawa plastik kresek hitam dan bambu untuk mencungkil biji bawang merah, sisa dari panenan pemilik tanaman bawang merah.


Waktu itu saya masih sekolah dasar dan tidak malu menjalani profesi sebagai pemungut bawang sisa - sisa panen. Di kampung dulu dikenal dengan istilah gampung bawang.


Yah, lumayan buat jajan. Terkadang dapat Rp 5.000. Tapi duit sebesar itu diera 90 an cukup besar untuk ukuran anak SD. Makanya kalau ada orang panen bawang saya usahakan gampung bawang.


Sebetulnya sih bukan cuma karena bisa dijual dan dapat duit, tapi gampung bawang ini menyenangkan karena saya tidak sendirian, ada banyak teman seusia saya dan orang  dewasa bahkan emak - emak.


Namanya juga anak - anak suka muncul isengnya, terkadang kita sengaja persis ada di belakang orang yang panen dan memhuat mereka buru - buru sehingga banyak sisa bawang yang tertinggal.


Belakangan saya baru tahu strategi seperti itu dipakai dalam dunia politik, yaitu manuver. Tapi terus terang saya manuver seperti ini jarang saya lakukan karena saya kategori anak penakut waktu itu.


Seingat saya di kampung yang sering panen bawang adalah Kaji Adnan, dia orang paling kaya di kampung saya. Sawahnya paling luas, pekaranganya dari ujung ke ujung. Mobilnya juga banyak, bahkan kendaraan Timor dulu saat baru keluar dan tenar dia pun kebeli.


Meski kaya tapi dia tergolong loq profile karena suka ngobrol dengan orang yang ga punya. Bahkan rumahnya yang bersebelahan dengan masjid dan berdekatan dengan kali selalu ramai anak - anak.


Bukan cuma nonton tv, tapi sering dipakai nginep anak - anak termasuk saya meski jarang. Maklum di kampung yang punya antena parabola cuma dia.


Kembali ke cerita gampung bawang tadi. Saya tidak tahu apakah anak - anak sekarang masih ada yang melakukan aktivitas itu atau tidak. Tapi sepertinya sih sudah tidak ada lagi karena memang zamannya sudah berubah.


Aktivitas gampung bawang telah mengajarkan saya bagaimana mendapatkan duit jerih payah sendiri, bagaimana kita berkompetisi karena kalau musim bawang ketika itu yang gampung bawang lumayan banyak, bisa mencapai puluhan orang.


Kabupaten Brebes memang dikenal penghasil bawang merah termasuk di kampung saya. Jadi, jedah dari masa tanam ke panen tidaklah terlalu lama. Saat matahari mulai bergeser ke barat saya dan teman - teman pun pulang dan langsung menjual bawang hasil memungut atau hasil dari gampumg, Alhamdulillah ada hasilnya meskipun cuma Rp 5.000 atau Rp 10.000."""

Anda ingin menjadi seorang blogger yang profesional silahkan hubungi saya ke nomor whatsapp 085921029049.

Contact Us

Phone :

+62 859 210 290 49

Address :

Komplek Banjar Agung Indah, Blok F41, No.1-2, Kelurahan Banjar Agung,
Kec.Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten

Email :

karnotogw@gmail.com