-->

I'M Karnoto

Brand Consultant . Content Writer . Content Creator

July 29, 2021

Berdamai dengan Masalah

Ada sel syaraf otak diantara dua mata, kalau tarikan stresnya terlalu kenceng maka pasti sakit kepala seperti ditusuk tusuk jarum.

Dalam sebuah acara beberapa tahun silam,  Dadang Hawari, Psikiater Muslim mengatakan bahwa mayoritas penyakit itu dimulai oleh kondisi psikis seseorang yang tidak stabil. Ketika pertahanan psikis goyang sedikit saja maka pasti akan ada gangguan fisik. 


Sejak saat itu saya selalu mencari cara untuk bisa berdamai dengan masalah, mulai dari melakukan sesuatu yang baru, bernyanyi,  jalan kaki, nonton komedi. Intinya sih saya tidak akan membiarkan kondisi itu menguasai diri saya karena sudah pengalaman beberapa kali.


Kebetulan saya sendiri hobi jalan  kaki sejak masa kecil sampai sekarang. Saya pernah jalan kaki dari Pasar Senen sampai Tugu Tani melewati kwitang. Ketika itu saya masih bekerja sebagai jurnalis di Majalah Warta Ekonomi Jakarta. 


Dulu saya juga sering menyusuri Jalan Sudirman, melewati SCBD, Menara Mandiri termasuk jalan kaki menyusuri Kuningan, Jakarta Selatan. Hobi ini berlanjut ketika menjadi mahasiswa yang sering demo dan melakukan longmarch. 


Dan secara kesehatan jalan kaki bagus juga untuk badan kita. Ternyata berjalan tanpa henti selama 15-30 menit per hari bisa mengubah penampilan dan membuat tubuh tambah sehat.


Mencegah penyakit jantung, menenangkan pikiran, perubahan positif pada otak, memperbaiki penglihatan, menambah volume paru-paru,menambah kekuatan otot, efek positif bagi pankreas dan mencegah Diabetes.


Dan sebetulnya Islam sendiri telah memberikan resep bagaimana cara berdamai dengan masalah.  Anda pasti sering merasakan ketika dihadapkan pada persoalan rumit, njlimet lalu berdamai dengan itu dan melakukan shalat, dzikir dengan penyerahan totalitas maka disana akan didapatkan kondisi batin yang berbeda meskipun masalahnya tidak langsung selesai.


Dari sini saya terkadang berfikir dan membayangkan andaikan tidak ada Islam dalam hati dan jiwa kita,  berat banget. Agama Islam dihadirkan memang sesuai dengan onderdil manusia yang ada dalam anatomi manusia.


Ada sel syaraf otak diantara dua mata, kalau tarikan stresnya terlalu kenceng maka pasti sakit kepala seperti ditusuk tusuk jarum. Sel ini pula sel otak ini yang paling rawan terkena kerusakan oleh pemantik yang kontra dengan karakter sel ini, sebagaimana dikatakan psikologi Eri Risman. 


Lalu ada tulang dan kata ahli ada ratusan tulang pada tubuh manusia. Dikutip dari Healthline, ada sekitar 206 tulang pada tubuh manusia dewasa. Tulang-tulang tersebut terbagi menjadi dua bagian: rangka aksial dan rangka apendikular, silahkan yang ahli tulang jelaskan.


Belum bicara mata, jantung, paru paru, rambut, kulit, gigi, njlimet banget deh. Itu kalau yang belajar anatomi tubuh manusia yang super njlimet ini berfikir pasti muncul pertanyaan, struktur tubuh njlimet ini yang bikin siapa? Keren banget !


Dan semua itu sudah ada resepnya. Aktivitas ibadah, mulai dari wudlu, gerakan shalat, bacaan shalat, dzikir, mendengarkan dan baca quran dengan penuh kepasrahan, itu racikan obat yang memang telah diukur dosisnya khusus untuk manusia.


Belum kalau kita sudah pernah merasakan manfaat gerakan shalat, manfaat tidur miring ke kanan, manfaat istighfar, manfaat tidur sebelum Dzuhur beberapa menit, manfaat bangun subuh dan manfaat senyum. Sumpah keren banget nih Agama. 


Meski belum seluruhnya melakukan secara konsisten tapi beberapa hal buat kalian yang sudah pernah mengujinya dan merasakannya pasti akan membenarkan begitu. Apalagi situasi seperti sekarang, kita butuh banget mengkonsumsi  racikan obat dari yang Maha Hidup, Allah swt.


Ga percaya ? jajal sendiri,
Rasakan Bedanya, Bedakan Rasanya..!
Syaratnya saat melakukan kita harus serahkan sepenuhnya tentang kita , jangan ada yang tersisa satu pun.

Karnoto adalah Founder Maharti Networking.

Kata Mereka

Hubungi Via Whatsap

Contact Us

JOHN DOE
085921029049
Kota Serang, Banten