-->

July 23, 2021

Ketika Ibu Mertua Dikira Ibu Kandung


Terus terang saya tidak tahu kenapa orang lain di tempat tinggal saya sejak dulu yang baru melihat Ibu Mertua saya menyangka kalau dia Ibu Kandung saya. Ada yang bilang miriplah, ada yang bilang kok akrab bener sama Ibu Mertua lah. Ketika tetangga komplek melihat Ibu Mertua saya datang dari Jawa dan kebetulan belanja di warung lalu setelah dia pergi orang warung menanyakan kepada saya ibunya datang ya.


"Ibunya Mas Karnoto itu kan," tanya mereka. "Iya, Ibu Mertua," jawab saya dan anehnya mereka  kaget dan seperti tidak percaya begitu. Lalu mereka mengatakan kalau mengira bahwa dia Ibu Kandung saya, "Oooh, saya mah nyangkanya Ibu Kandung Mas," kata tetangga lagi dengan penuh raut muka seperti kaget gitu. 


Secara fisik jelas Ibu Mertua saya perawakannya tinggi, tapi mungkin karena hidungnya sama - sama mancung dan akrab  layaknya Ibu dan anaknya jadi orang menyangka kalau dia Ibu Kandung saya. Ada sih sebenarnya persamaanya, yaitu sama - sama menyukai batik.


Mereka yang mengira kalau Ibu Mertua adalah Ibu Kandung sudah ada sejak saya masih menempati rumah lama di Komplek Banjarsari Permai, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Si Teteh yang biasa bantuin beberes rumah dulu juga mengira kalau Ibu Mertua adalah Ibu Kandung saya dan dia baru yakin setelah beberapa kali sering ketemu dan mengkonfirmasinya sendiri. Demikian pula Mang Buang, tukang yang suka bantuan rehab rumah dulu juga awalnya menyangka kalau dia Ibu Kandung saya, ha ha ha ha.


Memang saya dan Ibu Mertua  santai gitu. Mungkin karena melihat itu mereka menyangka dia Ibu Kandung saya. Malah ada yang sudah saya jelaskan masih belum percaya juga kalau dia Ibu Mertua saya, ha ha ha ha . "Yang bener sih mas, tapi mirip loh," kata mereka yang tidak percaya.


Padahal memang gaya ibu Mertua saya begitu, santai, hamble dan tenang. Bukan saja dengan saya, dengan menantu lainnya juga begitu bahkan dengan  orang lain pun begitu karena mungkin sudah jadi pembawaan sejak kecil kali. Mereka orang - orang di kampung yang tahu karakter dia sih sudah paham.


Tetapi bagi mereka yang belum mengenal, terutama tetangga saya yang belum tahu memang pasti menyangka kalau dia adalah Ibu Kandung saya. Ha ha ha ha. Beberapa tetangga kampung saya yang sudah tahu pun ada beberapa yang kalau saya mirip dengan Ibu Mertua.


Memang karakter dia mirip dengan kakek saya dari bapak, mereka juga pembawaanya tenang, tidak banyak omong dan penyayang sama cucu - cucunya dan orang lain, gemar membantu kesusahan orang lain. Bukan cuma dengan anak dan keluarganya dengan orang lain pun istilah orang Jawa itu eman.


Buat orang di daerah pantai utara seperti Kabupaten Brebes karakter seperti itu memang jarang. Rata - rata memang bersuara keras dalam artian suaranya lantang karena memang pengaruh geografis yang panas, namanya juga daerah pantai. Itulah mengapa karakter seperti Ibu Mertua saya itu jarang ditemui dan menjadi sosok yang banyak disukai orang. 


Dari sini saya merasa bahwa ketika banyak yang peduli dan membantu saya itu karena apa yang mereka lakukan. Jadi saya dan kelurga merasa ini adalah buah dari apa yang mereka lakukan kepada orang lain. Istilahnya kami itu yang memetik buahnya mereka yang menanam. 


Apalagi dimusim pandemi seperti sekarang ini, jelas tanaman kebaikan orangtua kita, nenek kakek kita termasuk kita sendiri akan terasa untuk keselamatan dan keberkahan kita. **

Anda ingin menjadi seorang blogger yang profesional silahkan hubungi saya ke nomor whatsapp 085921029049.

Contact Us

Phone :

+62 859 210 290 49

Address :

Komplek Banjar Agung Indah, Blok F41, No.1-2, Kelurahan Banjar Agung,
Kec.Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten

Email :

karnotogw@gmail.com