-->

I'M Karnoto

Brand Consultant . Content Writer . Content Creator

September 07, 2021

Membedah Tagline Personal Karnoto Me Its Me

Tagline Me Its Me adalah karakter saya banget. Saya lebih menyukai pilihan itu salah tetapi hasil pilihan saya yang didasarkan pada proses panjang dan berfikir ketimbang pilihan itu benar tetapi diberikan oleh orang lain.


Sebelumnya saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dya Loretta, Dosen yang asyik saat kuliah Marketing Communication Advertising di Universitas Mercu Buana, Jakarta. Karena kalimat Me Its Me itu inspirasinya dari bukunya dia. Begitu baca judulnya dan ada kalimat Me Its Me, batin saya langsung ngedret seperti menemukan barang yang telah lama hilang.


Me Its Me artinya "Aku Adalah Aku", kalimat ini terus terang saya mencarinya lama banget. Me Its Me benar - benar emosional banget untuk saya, klop dengan karakter saya yang memang "susah diatur".  Itulah mengapa saya enggan masuk dalam struktur partai politik ketika sejumlah relasi dari beberapa partai politik mengajak saya menjadi salah satu pengurus partai. Saya sadar betul kalau masuk dalam struktur partai politik maka saya harus ikut aturan main parpol tersebut dan buat saya itu seperti "penjara".


Saya memang tipikal orang yang kalau memiliki keinginan pasti akan dikejar sampai benar - benar mentok dan tidak ada jalan lagi alias buntu. Kedua, saya memang orang yang merdeka, merdeka berfikir, merdeka menulis dan merdeka dalam soal sikap.


Jadi, untuk "mengimani" kebenaran sesuatu saya lebih banyak mendengarkan kata hati saya ketimbang orang lain. Sikap ini sebenarnya tidak lepas dari kehidupan masa kecil saya, dimana orang memberikan kebebasan yang bebas banget.


Saya mau gaul dengan anak - anak yang suka mabok, saya mau ngaji atau tidak, saya mau sekolah atau tidak dan saya mau jadi apapun benar - benar saya sendiri yang menentukan. Makanya saya meyakini apa yang pernah disampaikan seorang Psikolog bahwa karakter dewasa seseorang itu sangat dipengaruhi oleh masa kecil orang tersebut.


Makanya begitu tahu arti kalimat Me Its Me langsung saya lekatkan itu sebagai tagline personal. Karena pas banget dan emosinya langsung terkoneksi, sekali lagi terima kasih Bu Dya Loretta.


Nah, sekarang saya ingin mengkaji secara teoritis mengapa seseorang perlu memiliki tagline personal, apalagi bagi mereka seorang politisi, dimana tagline adalah salah satu item  branding dalam konteks ini adalah personality.


Saya cuma mengingatkan fungsi branding yang sering saya ulas dalam tulisan sebelumnya. Ada dua fungsi branding, pertama adalah sebagai pembeda atau bahasa Arabnya Al Furqon dan fungsi kedua adalah untuk memperkuat brand itu sendiri.


Didalam alur kerja branding salah satunya adalah tagline. Tagline adalah representasi dari brand itu sendiri. Jadi untuk melihat karakter sebuah personal brand maka lihatlah taglinenya.


Dulu kita mengenal Soetrisno Bachir dengan tagline "Hidup Adalah Perbuatan dan benar - benar itu mempresentasikan dia yang rajin melakukan aksi sosial. Saya percaya tagline itu menyatu dengan karakter Soetrisno Bachir.


Sejatinya memang tagline atau branding itu menyesuaikan karakter yang paling menonjol pada seseorang. Karena personal branding bukanlah merekayasa kepribadian seseorang. Misal, orang tersebut bukan orang stylish tetapi dibranding menjadi sosok orang stylihs maka percaya lah auranya tidak akan keluar dan yang bersangkutan pasti tidak akan nyaman karena dia tidak menjadi disi sendiri, melainkan menjadi orang lain.


Tagline Me Its Me adalah karakter saya banget sehingga tagline ini menyatu dan saya merasa nyaman karena ini benar - benar saya bukan orang lain. Kalau dihadapkan pada dua pilihan maka saya lebih menyukai pilihan itu salah tetapi hasil pilihan saya sendiri yang didasarkan pada proses panjang dan berfikir ketimbang pilihan itu benar tetapi diberikan oleh orang lain. 


Ada yang bertanya berarti dengan Agama juga tidak langsung percaya. Pada beberapa konteks iya, semisal saya pernah bertanya pada diri sendiri. "Kalau memang Islam, Qur;an dan kisah nabi itu referensi hidup dan semua hal ilmu ada disitu maka saya bertanya harusnya teori ilmu branding, marketing, komunikasi ada dong di dalam ketiganya itu. 


Saya pun mencari kisah atau literasi yang menunjukan tentang teori di atas dan sampai akhirnya saya benar - benar menemukan. Diantaranya soal personal branding Nabi Muhammad dengan tagline Muhammad Al Amin, saya juga menemukan kisah bagaimana public speaking dan ahli argumentasi menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupa perjalanan Nabi Muhammad. Semua temuan itu saya telah tuliskan dan upload di website pribadi saya.


Disitu saya menambah mantap bahwa memang benar Islam, Quran dan Nabi Muhammad tak akan pernah ketinggalan zaman karena semua ada disitu. Kita mau belajar ilmu apa itu pasti ada referensi dari Illahiah, pasti itu ! Asalkan kita mau mencarinya.


Kembali ke tema utama yaitu tagline personal. Kalau kita memerhatikan secara jeli dalam dunia politik pun sangat kental dengan teori ini. Dan yang memulainya itu SBY, dua kali dia Nyapres dan sarat kental dengan menggunaakn teori branding. Dan SBY pun belajar dari Barack Obama soal ini. Ini terlihat jelas dari gaya desain kampanya SBY dua kali nyapres bahkan tagline SBY pada periode kedua sama persis dengan Barack Omba, cuma berbeda bahasa saja.


Obama memakai tagline Foward sedangkan SBY Lanjutkan, artinya sama. Sebelum kuliah di MarComm saya memang awam dan tidak begitu paham teori branding dan komunikasi marketing advertising, saya baru benar - benar konsen dengan ini saat kuliah dan dikenalkan dengan teori - teori advertising, mulai dari psikologi warna, teknik membuat iklan dan lain sebagainya.


Asal tahu saja bahwa advertising adalah salah satu tools branding selain tools lain, seperti media planning, event dan public relation. Jadi, tagline personal itu bukan sekadar keindahan kata, bukan sekadar keren atau tidaknya kata tetapi kata dalam tagline itu harus punya ikatan emosi dengan brand personality kita. 


Dan saya merasakan ikatan emosi yang cukup kuat dengan tagline Me Its Me, Saya Adalah Saya. Saya bukan orang lain, tetapi saya sendiri Karnoto dengan keunikan karakter yang saya miliki. Saya lebih suka menjadi diri sendiri ketimbang menjadi orang lain.

Karnoto adalah Founder Maharti Networking.

Kata Mereka

Hubungi Via Whatsap

Contact Us

JOHN DOE
085921029049
Kota Serang, Banten