-->

I'M Karnoto

Founder Maharti Networking

October 16, 2021

Topi Koboy, Identitas Personal Brand Gubernur Banten

Salah satu simbol dalam sebuah aktivasi personal branding adalah identity personal yang melekat pada seseorang. Identitas personal ini bermacam - macam bentuknya, tapi pada umumnya adalah hal yang terkait dengan fesyen. Mengapa identitas personal itu penting? 

Pertama, identitas personal adalah salah satu media komunikasi seseorang kepada publik. Identitas personal juga menjadi bagian aktivasi personal branding yang tidak bisa dilepaskan. Ia merupakan bagian yang terintegrasi dengan tools personal branding lain, seperti advertising, event, public relation dan media planning.

Apalagi dalam dunia politik, komunikasi melalui simbol itu menjadi penting dan lebih emosional karena masuk ke alam bawah sadar publik. Kedua , identitas personal juga berfungsi sebagai pembeda antara seseorang yang satu dengan orang lain, antara politisi yang satu dengan politisi yang lain. 

Dan pembeda ini adalah salah satu fungsi dari branding selain untuk memperkuat brand. Sekarang coba kita tarik dalam konteks topi koboy yang dipakai Wahidin Halim, Gubernur Banten. 

Disadari atau tidak ketika WH memakai topi koboy sebagai identitas personalnya maka sesungguhnya WH sedang berkomunikasi dengan publik melalui simbol topi koboy.

Tanpa mengatakan secara verbal, publik seperti sedang dikirimi pesan oleh WH bahwa inilah yang membedakan WH dengan pejabat lain. Dan ternyata topi koboy WH sudah menjadi brandsmark.

Suatu hari saya ngobrol dengan salah seorang pemilik warung tegal di Kawasan Terminal Pakupatan Kota Serang. Psikografis orang ini jelas masuk klaster menengah ke bawah, secara pendidikan juga hanya lulusan SD.

Ketika terlibat obrolan soal Gubernur Banten dan saya menyebut nama WH maka spontanitas orang ini mengungkapkan kalimat "Ooh, itu ya yang pakai topi koboy". Dari sini saya yakin topi koboy yang sering dipakai WH sudah semacam menjadi brandsmark dan melekat cukup kuat pada WH.

Itu artinya aktivasi branding sudah bekerja dengan baik walaupun mungkin WH tidak sadar bahwa apa yang dilakukan adalah bagian dari personal branding melalui identitas personal. 

Cara WH melakukan personal branding melalui tools identitas personal topi koboy relatif berhasil dan identitas ini sudah cukup kuat maka ketika ada pejabat lain di Banten yang memakai topi koboy hampir dipastikan bahwa orang tersebut akan dikatakan "seperti WH aja nih".

Identitas personal topi koboy WH ini mungkin pada klaster ulama tidak terlalu terkoneksi karena memang berbeda psikografis dan demografisnya, tetapi untuk klaster milenial, generasi 80 dan 90 an akan mengena. 

Dan menurut saya Topi koboy yang dipakai WH menjadi sarana yang efektif untuk berkomunikasi melalui simbol dengan klaster tersebut.

Identitas personal menjadi hal penting bagi seorang politisi untuk komunikasi melalui simbol sehingga lebih mudah dikenal dan diingat oleh publik. 

Idenitas personal memudahkan publik, terutama klaster grasroot yang secara fikiran tidak ingin melihat simbol yang njlimet.

Identitas personal ini juga akan bekerja dengan baik dalam momentum politik seperti pilkada, terutama untuk strategi advertising baik melalui iklan media televisi, radio, cetak, majalah maupun online.

Saya membayangkan andaikan topi koboy WH ini menjadi trendmark maka akan lebih memudahkam proses penguatan WH. Bagaimana misalkan milenial merasa ada kepuasan batin ketika foto bersama dan semua memakai topi koboy ala WH.

Kalau suatu saat nanti topi Koboy WH menjadi gaya hidup warga di Banten terutama generasi milenial maka ini akan menguntungkan WH dalam konteks personal branding.

Keuntungannya dimana? Paling terlihat jelas adalah mereka yang memakai topi koboy WH dan care maka  akan menjadi sales politiknya WH.

Rekruitment sales politik yang disentuh dengan gaya hidup dan trending fesyen jauh lebih kuat dan emosional. Ini lantaran mereka bekerja atas dasar kesadaran hidup karena merasa dalam satu emosi. 

Strategi menggerakan identitas personal menjadi gaya hidup ini pernah dilakukan Barack Obama saat pencalonan Presiden Amerika Serikat pada periode pertama. 

Campaign Obama lebih kepada bagaimana mendorong kesadaran kolektif secara emosional melalui identitas personal Obama.

Jadi, kalau suatu saat nanti topi koboy menjadi gaya hidup maka saya berkeyakinan ini akan memperkuat personal brand WH.  

Untuk sampai kesana membutuhkan proses dan sebenarnya untuk konteks WH tinggal memoles melalui berbagai macam tools personal branding karena dari sisi personality WH sudah bekerja karena itu sudah melekat pada sosok WH.


Penulis,
Karnoto
Founder MahartiBrand, CEO Maharti Citra Media (BantenPerspektif.Com)
Mantan Jurnalis Jawa Pos Group (Radar Banten)
Mantan Jurnalis Majalah Warta Ekonomi Jakarta
Pernah Studi Ilmu Marketing Communication Advertising di Univ.Mercu Buana Jakarta

Karnoto,Founder Maharti Networking.Eks.Jurnalis, pernah studi Ilmu Marketing Communication Advertising Univ.Mercu Buana Jakarta, Penulis Buku Speak Brand

0 komentar:

Kata Mereka

Chat Whatsap

Contact Us

JOHN DOE
085921029049
Kota Serang, Banten