-->

I'M Karnoto

Founder Maharti Networking

About Me

Assalamu'alaikum

I'mKarnoto

Founder Maharti Networking

Saya Karnoto. Founder Maharti Brand, bergerak dibidang media, publishing, branding, pendidikan dan pelatihan dan toko online.

Mantan Jurnalis Radar Banten (Jawa Pos Group), mantan Jurnalis Majalah Warta Ekonomi Jakarta dan Founder BantenPerspektif.

Pernah studi Ilmu Marketing Communication Advertising di Universitas Mercu Buana, Jakarta.Penulis Buku Speak Brand.

Lahir di Brebes, Jawa Tengah, Provinsi Jawa Tengah. Pernah mendapatkan juara 3 Lomba Menulis Tingkat Nasional "Wiranto Mendengar" tahun 2009.

Maharti Citra Media

Maharti Brand

Maharti School

Maharti Publsihing

Networking

Maharti Citra Media

Bergerak dibidang media online dan Media Internal.

SELENGKAPNYA KLI DISINI

Maharti Brand

Bergerak dibidang jasa Branding, Media Planning dan Marketing.

SELENGKAPNYA KLI DISINI

Maharti Publsihing

Bergerak dibidang jasa penerbitan buku dan majalah.

SELENGKAPNYA KLI DISINI

Maharti School

Bergerak dibidang pendidikan dan pelatihan.

SELENGKAPNYA KLI DISINI

Maharti Mall

Bergerak dibidang ritel online.

SELENGKAPNYA KLI DISINI

Maharti Traveling

Bergerak dibidang jasa Pariwista.

SELENGKAPNYA KLI DISINI

Pengalaman

Jurnalis.

2002-2005

Radar Banten

Pernah menjadi jurnalis di Radar Banten (Jawa Pos Group) dan Ketua Pokja Wartawan Harian Kab.Serang.

Jurnalis.

2010-2011

Majalah Warta Ekonomi

Pernah menjadi jurnalis di Majalah Warta Ekonomi Jakarta dengan job desk, digital economic dan marketing.

Founder.

2020-Sekarang

Maharti Networking

Jaringan usaha yang bergerak dibidang jasa Branding, Media, Publishing, Pendidikan dan Pelatihan, Mall Online.

Catatan Harian

Belajar dari Nabi Yusuf



Awalnya saya penasaran mendengar ceramah yang disampaikan Ustadz Budi Azhari tentang kisah Nabi Yusuf. Dalam cearamahnya ia sampaikan bahwa ada surat istimewa banget dalam Al Quran yaitu Surat Yusuf, satu surat full isinya menceritakan Nabi Yusuf.

Nonton film kisah Nabi Yusuf full 3 hari, dari dia kecil sampai menjadi penguasa. Banyak banget peristiwa yg dialami Yusuf kontekstual dg situasi sosial politik sekarang ini.

Bagaiamana cara menghadapi simpul kekuatan yang ada di lingkaran istana sampai simpul ini kalah. Bagaimana cara dia membangun kepercayaan publik sampai rakyat rela membayar pajak tanpa merasa terbebani, bagaimana Yusuf membuat kebijakan publik ditengah situasi tidak menentu.

Bagaiamana Yusuf mengelola kemenangan dam kekuasaan. Luar biasa memang..! Andaikan pemimpin muslim belajar dari sejarah Yusuf, saya yakin akan menang elegan, minim korban terutama dri pihak rakyat, 

Ada satu harapan pemimpin yang ada sekarang memakai strategi Yusuf, dan persis dia melakukan apa yang dilakukan Yusuf. Bagaimana cara menghalau pengadu domba, bagaimana dia mengayun kekuatan lingkaran istana, bagaimana dia mengelola kepercayaan rakyat dan bagaimana dia berproses mendapatkan kursi. 

Saya tidak tahu, apakah pemimpin ini telah baca atau melihat film Yusuf sampai selesai atau tidak, tapi dari cara dia melakukan mirip banget. Cerdas, tenang dan komunikatif, public speakingnya bagus, meyakinkan, jelas kebijakannya dan cerdas mengelola simpul kekuatan istana yang ingin menjatuhkan sampai mereka kesulitan karena justru Yusuf lah yg akhirnya dapat simpati publik.

Benar apa yang dikatakan Ustadz budi Azhari, mudah bagi Muslim kalau belajar, tahu, mengerti dan mengambil value dari sejarah Islam khususnya pada kisah Yusuf karena hakikat sejarah adalah mengulang.

Karena kisahnya dekat banget dengan kehidupan kita, ada soal cinta, parenting, bisnis, kebijakan publik, komunikasi publik, komunikasi intra personal, komunikasi inter personal, personal branding, kekuasaan, manuver politik pub;ic speaking dan lobi 

Ting Teng Dibalik Orang - Orang Hebat

Raja Firaun mencoba membangun imaje kalau dia orang paling kuat dan berkuasa sehingg layak bersaing dengan Tuhan. Dia bangun opini publik seolah - olah semua bisa dia lakukan. 

Rekayasa sosial pun dia lakukan dengan melibatkan para ahli, yang ada di lingkaran istana Fir'aun, ada ahli pekerjaan umum dibawah koordinasi Haman, ada ahli nujum, ada ahli media yang ditugaskan memengaruhi opini publik terhadap dirinya. 

Narasi Raja Firaun cukup berhasil memengaruhi opini publik dengan instrumen yang dia miliki, yaitu kekuasaan. Pada bagian lain Nabi Musa sempat keteteran mengimbangi gerakan opini Firaun yang berkuasa penuh sebagai raja.

Ditambah Nabi Musa memiliki kelemahan pada sisi public speaking dan dia tahu akan kelemahannya sehingga ia harus mencari tim ahli, yaitu Harun. 

Harunlah yang menjadi juru bicara ketika adu argumentasi dengan Firaun. Dia cakap dalam public speaking sehingga bisa mematahkan argumentasi Firaun. 

Di zaman Nabi Muhammad pun ada sahabat yang punya skill juru bicara, yaitu Ja'far. Dialah yang adu argumentasi saat Raja Habasyah mengkonfietir dengan orang kafir Quraisy perihal suaka para sahabt nabi. Kisah adu argumentasi Ja far pernah saya tulis di www.karnoto.my.id.

Termasuk Utsman bin Affan pun kemampuan public speaking yang cakap bahkan dia juga jago lobi. Hal ini tergambar saat dia melobi sumur milkl Yahudi sampai aset sumur itu menjadi miliknya 100 persen.

Dari sejarah ini kita belajar dan bisa memetika hikmah bahwa dibalik orang - orang hebat dan kuat maka ada ting - teng, yaitu orang - orang dengan spesialis tertentu dan menjadi orang di balik layar. Anda bayangkan saja, sekelas Nabi Musa saja memiliki ting teng, apalagi kita dengan banyak keterbatasan.

Ketika Anak Cewe Berkoalisi dengan Emaknya

 


Saya pernah membaca bahwa ketika anak perempuan masih belia maka akan cenderung dekat dengan sang Ibu, tetapi ketika mulai remaja dan mengenal lawan jenis maka dia akan lebih dekat dengan Bapaknya. 

Psikisnya adalah bahwa lelaki yang pertama kali dia kenal adalah sang Bapak. Jadi, anak gadis akan mulai membaca karakter laki - laki pertama kali dari sang Bapak. Dari Bapaklah dia akan menganalisa karakter seorang laki - laki.

Dan saya menyadari bahwa saya bukanlah laki - laki perfect atau sempurna yang bisa dicontoh dari semua sisi, pasti ada sisi kelemahannya. Sisi kelemahan inilah yang sering diprotes anak perempuan saya dan kalau situasi sudah begini maka dia akan berkoalisi dengan Emaknya.

Salah satu contohnya adalah dari gaya belanja saya, namanya juga laki - laki tentu saja tidak begitu ngeh dengan apa yang namanya diskon dan harga. Kalau kira - kira barang itu bagus dan saya merasa tertarik maka pasti beli kalau kebetulan ada rezeki.

Sebaliknya kalau ada produk ada diskon tetapi saya tidak menyukainya maka pasti tidak akan saya beli. Jangankan diskon, sekadar gratis ongkos kirim pun anak cewe saya dan Emaknya akan berkoalisi menyerang saya, ha ha ha ha.

Kasus kedua biasanya mereka berdua juga akan berkoalisi karena tahu kelemahan saya yang pelupa. Lupa naruh duit, lupa menyebut nama seseorang dan lupa - lupa lainnya. Dan karena anak laki - laki saya belum bisa diajak berkoalisi maka otomatis saya harus bertahan dengan serangan mereka berdua.

Memang tradisi kami suka dengan dialektika, apalagi urusan besar sekadar diskon saja terkadang menjadi bahan diskusi kita di rumah dan pembahasannya sampai nyerempet - nyerempet ke materi yang berat.

Mengapa saya membiarkan anak - anak berbeda pandangan dalam beberapa kasus tertentu, ada beberapa alasan yaitu pertama saya sadar bahwa sebagai manusia meskipun seorang Ayah pasti ada kelemahan maka dari itu saya memberikan ruang koreksi bagi anak - anak.

Tetapi dalam kasus tertentu, terutama kasus genting maka saya menempatkan posisi sebagai bos, tidak ada dialektika. Namun ketika kasus itu longgar dan memang membutuhkan ruang dialektika maka saya menempatkan sebagai seorang pemimpin, yaitu memberikan ruang dialektika.

Dahsyatnya Metode Bercerita

 



Pada hakikatnya manusia itu suka cerita, ini tersirat jelas pada Al Qur'an yang kata ustadz 2/3 isinya tentang cerita. Bahkan Al Qur'an terdapat satu sruat yang artinya cerita atau kisah, yaitu Surat Al Qasas. Metode cerita ini dekat sekali dengan naluri manusia. Mungkin inilah salah satu kesuksesan Al Qur'an mudah sekali menyentuh lubuk hati manusia ketika mendengarkan dan mengerti makna dan arti ayat - ayat dalam Al Qur'an.

Ada cerita tentang Raja Fir'aun, cerita tentang kekayaan Nabi Sulaiman, cerita tentang ahlak Nabi Muhammad SAW, , cerita Ashabul Kahfi, cerita Siti Zulakeha, cerita Raja Namrud, cerita kaum Musa, cerita Siti Maryam, cerita kaum Tsamud, cerita hijrah, cerita peperangan, cerita soal kekayaan Abdurrahman Auf, cerita perihal bagaimana proses penciptaan manusia, cerita tentang Bilal dan cerita - cerita lainnya.

Dan hebatnya cerita yang disajikan Al Qur'an itu ekspresif sehingga ketika ayat demi ayat menceritakan sebuah kisah kita seolah - olah hadir dalam cerita itu sehingga emosional banget.

Bagaimana Qur'an bercerita perjalanan Raja Fir'aun, mulai dari masa kejayaannya sampai masa kehancurannya tenggelam di laut merah. Coba kita baca lagi kisahnya terutama pada momen dia tenggelam, betapa ekspresifnya Qur'an menceritakan peristiwa tersebut.

Bagi seorang jurnalis metode cerita ini masuk dalam pembuatan tulisan berita dalam bentuk feature. Ini pernah saya alami sendiri ketika menulis berita feature sebuah madrasah ibtidaiyah di Desa Kepuren, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Provinsi Banten beberapa tahun silam.

Ketika itu saya ditugaskan oleh pimpinan untuk membuat feature tentang madrasah tersebut. Setoran pertama dinilai kurang eksprsif sampai tiga kali saya setor tulisan feature dan dinyatakan benar - benar ekspresif.

Hasilnya apa? besok terbit, hari itu juga ada seseorang menelpon kantor dan meminta alamat madrasah tersebut dan ternyata orang ini adalah pengusaha panglong. Belakangan rupanya dia tersentuh dengan tulisan feature tersebut dan mengirimkan bantuan satu truk meja dan kursi kepada madrasah tersebut.

Pengelola madrasah pun menghubungi saya dan meminta saya datang ke sekolah karena ingin  mengucapkan terima kasih . Sembari matanya berkaca - kaca dia ucapkan terima kasih. Dari sini saya percaya metode bercerita ketika dituliskan secara ekspresif, detail dengan susunan kalimat yang rapi dan emosional maka akan mampu menembus batin seseorang untuk tergerak.

Dan dalam metode cerita modern artikulasi kalimat dan ekspres kata demi kata dalam bercerita itu menjadi hal penting dalam bercerita supaya yang mendengarkan atau membaca terikat emosinya.

Metode becerita belakangan diteliti sejumlah ahli, Tarigan misalnya, menyatakan bahwa bercerita merupakan salah satu ketarmpilan berbicara yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada orang lain. 

Dikatakan demikian karena berbicara termasuk dalam situasi informatif yang ingin membuat pengertian-pengertian atau makna-makna menjadi jelas.

Banyak sekali pengertian teorit soal cerita atau story. Dan belakangan metode bercerita diduplikat sejumlah brand ternama dalam strategi komunikasi pemasarannya. Beberapa diantaranya brand Teh Sari Wangi yang membuat konten komunikasi marketingnya dengan cerita seputar keluarga.

Ada juga brand past gigi, sensodyne juga memakai strategi marketing dengan cerita karena memang secara naluri manusia suka dengan cerita.

Itulah mengapa para pakar Psikolog menyarankan metode bercerita untuk memberikan injeksi moral, injeksi ilmu kepada anak - anak. 

Makanya kita akan lebih tertegun dengan sambutan seseorang ketika orang tersebut menggunakan metode public speaking bercerita.

Siklus Personal Brand Politisi

 

Ada banyak produk atau merek air mineral, ada banyak merek sabun, ada banyak merek sepeda, ada banyak merek televisi, ada banyak merek komputer, ada banyak merek moto termasuk ada banyak merek personality dan khususnya ada banyak merek politisi. Pertanyaannya adalah apakah semua merek itu memiliki masa kejayaan yang sama? Apakah semua merek itu punya  strategi yang sama?  Dan apakah semua merek itu punya brand yang sama? 

Disinilah branding bekerja. Sebuah produk akan sulit mendapatkan loyalis kalau tidak melakukan branding, sebuah produk sulit akan menjadi leader kalau tidak melakukan branding. Demikian pula seorang politisi agak sulit memiliki pendukung loyalis kalau tidak melakukan personal branding.

Karena salah satu dari dua fungsi branding adalah memperkuat brand itu sendiri selain fungsi sebagai pembeda dengan produk yang lain. Personality seseorang termasuk politisi adalah merek maka sewajarnya dirawat dan dikelola dengan baik agar memiliki loyalis yang kokoh dan kuat serta berusia panjang. Usia yang saya maksud bukanlah umur melainkan masa mature atau keemasan seseorang.

Sering saya sampaikan bahwa setiap produk, apapun itu produknya pasti akan mengalami apa yang disebut dalam teori komunikasi pemasaran product life cycle atau siklus sebuah produk. Dimulai dari siklus pertama introduction, growth, mature hingga pada siklus decline. Saya katakan semua produk akan menemui siklus itu termasuk personality politisi.

Yang membedakan hanyalah jeda atau jarak dari siklus satu ke siklus lain, ada yang cuma satu tahun berada pada siklus growth lalu melesat ke posisi mature, ada pula yang belum sampai ke mature langsung drop ke posisi decline.



Saya contohkan siklus yang pernah dialami SBY dan Partai Demokrat, SBY sebagai brand personality dan Demokrat sebagai brand lembaga pernah mengalami masa mature atau keemasan kurang lebih 10 tahun setelah itu mereka ngedrop. Dan posisi mature saat ini yaitu sejak Pemilu 2014 dan 2019 positi mature sedang dipegang oleh PDI Perjuangan.

Dari brand personalitynya sedang berpihak kepada Jokowi dan entah siapa lagi yang akan menggantikan posisi tersebut. Ini juga terjadi pada personality politisi ditingkat daerah maupun parlemen di pusat.

Rano Karno misalnya, dia pernah berada pada siklus mature dengan posisi sebagai Gubernur Banten meskipun usia keemasannya tidak lama kurang lebih dua tahun dan setelah itu posisi tersebut berpihak kepada Wahidin Halim dan Andika Hazrumy sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten setelah berhasil mengalahkan Rano Karno pada Pilkada Gubernur Banten beberapa tahun lalu.

Dengan pertimbangan itu maka sejatinya seorang politisi memahami hal tersebut, yaitu bahwa setiap politisi akan menemui siklus sebuah produk. Ada yang sekian tahun masih pada tahap introduction atau pengenalan, ada pula yang melesat dalam waktu tidak lama langsung berada pada titik mature atau masa keemasan. Sekali lagi siklus ini pasti akan dialami semua politisi dan yang membedakan hanyalah jedah dari siklus satu ke siklus lainnya. ***

Cerita Tentang Sepeda


Terus terang saya beberapa kali dihadapkan pada peristiwa dimana ada kalimat bahwa rezeki itu ga akan ketuker. Kalau memang itu rezeki kita pasti sampai. Caranya memang beda beda, ada yang harus muter dulu ke orang baru sampai ke kita. Ini cerita saya pribadi soal sepeda dan ini hanya beberapa serpihan story soal rezeki ga akan ketuker. Ada banyak story selama perjalanan hidup ini, ada rumah, komputer, kamera, sepatu, tas dan kendaraan. Sepeda hijau ini menjadi pelengkap yang akhirnya membuat saya bertambah keyakinan bahwa jangan pakai logika kita untuk mendapatkan sesuatu. Ikhtiar wajib tapi jangan lupakan tawakal. Sepeda ini ceritanya sederhana banget sampai ke tangan saya. Saat bertandang ke rumahnya saya melihat dua sepeda di gudang dia. Tadinya ga sempet kepikiran, tapi saat balik ke rumah jadi kepikirian lalu sya pun wa si empu. "Eh, itu sepeda ga dipakai" tanya saya dan dijawab ga. Lalu saya bilang buat saya sih satu. Terus terang tadinya mah ga serius gitu, eh ternyata dijawab ambil aja. Alhamdulillah dong sya dalam batin. Kalau beli kan lumayan. Dan ternyata sepeda ini masih baru. Akhirnya sampai juga itu rezeki meskipun harus muter dulu beberapa bulan ke orang lain. "Bener nih rezeki emang ga akan ketuker, kalau waktunya sampai ke kita ya bakal sampai, ga usah gimana gimana gitu," gumam saya.


Kata Mereka

Chat Whatsap

Contact Us

KARNOTO
085921029049
Kota Serang, Banten