-->

I'M Karnoto

Founder Maharti Networking

May 03, 2021

Jasku Mirip Piala Bergilir

Terus terang saya termasuk orang yang tidak pede dandanan ala pejabat yang klimis atau para eksekutif yang memakai jas. Makanya dulu waktu masih bekerja sebagai jurnalis dan ngepos di kantor Bupati Serang dan kawasan DPRD saya paling gampang diciriin.


Pertama karena saya waktu itu Ketua Pokja Wartawan Harian Kabupaten Serang dan paling terkenal itu gaya pakaian saya, tidak pernah pakai sepatu selalu pakai sandal. 


Tidak peduli mau ketemu Bupati Serang, Wakil Bupati, Ketua DPRD maupun pejabat lainnya saya tetap saja pakai sandal. Gara - gara sandal saya pernah diomelin provos Kopassus di Taman Kopassus Kota Serang.


Waktu itu saya mau latihan panjat tebing bareng Kopassus, biasa anak pecinta alam mainannya ekstrim. Nah, saat mau masuk dan tiba di pos penjaga seperti biasa SOP penjagaan selalu diperiksa tak terkecuali saya.

Nah, giliran melihat saya yang pakai sandal seorang provost langsung ngomelin dan saya pun disuruh pushup, ha ha ha ha


Makanya ketika saya bekerja sebagai jurnalis di Majalah Warta Ekonomi Jakarta saya seperti tersiksa. Karena penampilan saya dipaksa berubah drastis.


Harus pakai sepatu, kemeja resmi dan dimasukan, rambut harus selalu rapi. Bukan salah mereka saya yang salah masuk media. Sebaba majalah Warta Ekonomi memang koneksinya dengan pengusaha, sekretaris perusahaan dan acaranyapun dari hotel ke hotel.


Dan saya hanya bertahan dua tahun di  media ini makanya jas pengantin saya pun tidak pernah dipakai untuk acara. Tapi uniknya jas pengantinku mirip piala bergilir karena sudah dipinjam dan dipakai teman, saudara dan sahabat untuk pernikahan.


Terakhir dipakai saudara yang menikah beberapa bulan lalu.  Kebetulan ukurannya memang besar dan memang untuk ukuran badan saya kebesaran. 


Jadi kalau saya pakai lengannya lebih, pokoknya sangat tidak enak dilihat kalau saya pakai dan dilihat secara full body. Makanya kalau saya pakai untuk kepentingan foto iseng selalu mengambil setengah badan supaya lenganya tidak tampak atau lengannya saya tarik ke atas.


Pernah suatu ketika saya minta izin untuk dipotong lengan jasnya sama istri, tapi tidak diizinkan. Maklum, itu jas kenang - kenangan pemberian dari istri.


"Ga boleh, kalau mau beli lagi saja karena kalau dipotong akan mengurangi kenangannya," kata istri. Ya sudah sampai sekarang pun tetap ukurannya besar.


Ketika ada teman, sahabat dan saudara laki - laki yang mau menikah selalu saya tanyakan apakah sudah ada jasnya. Kalau belum ada selalu saya tawarkan jas saya untuk dipakai.


Kata istri, itu jas dibeli disebuah mall di Kota Cirebon dengan harganya yang lumayan mahal makanya bahannya enak dipakai dan perfect kalau dipakai untuk seorang pengantin.


Semoga saja dengan digilirnya jas tersebut membawa keberkahan buat pengantin dan buat kami. Saya selalu bilang ke orang yang mau saya pinjamkan eman kalau beli dipakainya cuma sekali, kecuali mereka yang memang budgetnya oke maka pilihan membeli adalah tepat, paling tidak buat kenang - kenangan.***


Karnoto,Founder Maharti Networking.Eks.Jurnalis, pernah studi Ilmu Marketing Communication Advertising Univ.Mercu Buana Jakarta, Penulis Buku Speak Brand

0 komentar:

Kata Mereka

Chat Whatsap

Contact Us

JOHN DOE
085921029049
Kota Serang, Banten