-->

I'M Karnoto

Founder Maharti Networking

May 09, 2021

Merawat Tradisi Diskusi dalam Keluarga

 



Tradisi diskusi menjadi kebiasaan dikeluarga kami, mulai dari isu sederhana sampai isu serius soal politik. Namanya diskusi otomatis kita sering berbeda pandangan.


Suatu ketika saya bertemu dengan seorang alumnis perguruan tinggi negeri, mantan anggota parlemen. Dia bilang ke saya begini soal kuliah. "Hakikatnya kuliah itu salah satu cara merawat tradisi ilmiah dan diskusi, kalau kita bisa merawat diskusi dalam lingkup keluarga maka sebenarnya rumah kita seperti kampus," katanya kepada saya.


Terus terang saya kaget juga nih kalimat filosofisnya. Karena baru mendengar dan masuk dalam fikiran saya, dalam banget makanya sampai sekarang pun saya masih ingat kalimat itu. Dan inilah kemudian yang coba saya aktifasi dalam kelurga mungil kami.


Saya, istri dan anak - anak terbiasa diskusi, mulai dari persoalan ringan sampai isu serius soal politik kekinian. Makanya anak - anak saya mengerti soal perkembangan politik terkini meskipun usianya barus SMP dan SMP.

Anak - anak juga bisa mengemas struktur kalimatnya layaknya pengamat politik. Mereka suka mengomentari cara pidato sejumlah pejabat di televisi. 


Terkadang juga kami diskuai soal isu sejarah Islam dan kami memang sengaja sering mengeluarkan kalimat intelektual biar anak anak tidak tahu dan bertanya. Makanya mereka familiar dengan kalimat - kalimat obrolan orang dewasa.


Namanya diskusi terkadang kita juga sering terlibat debat panas, terutama ketika menyangkut isu soal diri saya. Istri saya menjadi provokator untuk menyerang saya dan saya ladeni. Tapi meski panas, setelah selesai kami bercengkrama lagi.


Ada beberapa hal yang ingin saya ajarkan kepada mereka perihal tradisi ini, pertama supaya mereka terbiasa dengan perbedaan, kedua supaya mereka terlatih menyusun dan merangkai kata menjadi kalimat yang kontekstual dan rasional.


Dan ketiga supaya merek terbiasa dengan tradisi ilmiah. Saya itu orangtua yang jarang ngasih nasehat dalam bentuk perintah dan lebih menyukai narasi supaya anak - anak bisa menangkap sendiri pesan yang ingin saya sampaikan, tanpa harus memberikan perintah.


Makanya karena modelnya begini saya sering "diserang" ketika bicara tapi tidak melakukannya. Anak - anak sudah paham bagaimana cara menyetang saya karena mereka tahu bapaknya pinter ngeles..ha ha ha ha. 


Komplek Banjar Agung, Kota Serang
Minggu, 9 Mei 2021


Karnoto,Founder Maharti Networking.Eks.Jurnalis, pernah studi Ilmu Marketing Communication Advertising Univ.Mercu Buana Jakarta, Penulis Buku Speak Brand

0 komentar:

Kata Mereka

Chat Whatsap

Contact Us

JOHN DOE
085921029049
Kota Serang, Banten