-->

I'M Karnoto

Founder Maharti Networking

December 19, 2021

Ketika Anak Cewe Berkoalisi dengan Emaknya

 


Saya pernah membaca bahwa ketika anak perempuan masih belia maka akan cenderung dekat dengan sang Ibu, tetapi ketika mulai remaja dan mengenal lawan jenis maka dia akan lebih dekat dengan Bapaknya. 

Psikisnya adalah bahwa lelaki yang pertama kali dia kenal adalah sang Bapak. Jadi, anak gadis akan mulai membaca karakter laki - laki pertama kali dari sang Bapak. Dari Bapaklah dia akan menganalisa karakter seorang laki - laki.

Dan saya menyadari bahwa saya bukanlah laki - laki perfect atau sempurna yang bisa dicontoh dari semua sisi, pasti ada sisi kelemahannya. Sisi kelemahan inilah yang sering diprotes anak perempuan saya dan kalau situasi sudah begini maka dia akan berkoalisi dengan Emaknya.

Salah satu contohnya adalah dari gaya belanja saya, namanya juga laki - laki tentu saja tidak begitu ngeh dengan apa yang namanya diskon dan harga. Kalau kira - kira barang itu bagus dan saya merasa tertarik maka pasti beli kalau kebetulan ada rezeki.

Sebaliknya kalau ada produk ada diskon tetapi saya tidak menyukainya maka pasti tidak akan saya beli. Jangankan diskon, sekadar gratis ongkos kirim pun anak cewe saya dan Emaknya akan berkoalisi menyerang saya, ha ha ha ha.

Kasus kedua biasanya mereka berdua juga akan berkoalisi karena tahu kelemahan saya yang pelupa. Lupa naruh duit, lupa menyebut nama seseorang dan lupa - lupa lainnya. Dan karena anak laki - laki saya belum bisa diajak berkoalisi maka otomatis saya harus bertahan dengan serangan mereka berdua.

Memang tradisi kami suka dengan dialektika, apalagi urusan besar sekadar diskon saja terkadang menjadi bahan diskusi kita di rumah dan pembahasannya sampai nyerempet - nyerempet ke materi yang berat.

Mengapa saya membiarkan anak - anak berbeda pandangan dalam beberapa kasus tertentu, ada beberapa alasan yaitu pertama saya sadar bahwa sebagai manusia meskipun seorang Ayah pasti ada kelemahan maka dari itu saya memberikan ruang koreksi bagi anak - anak.

Tetapi dalam kasus tertentu, terutama kasus genting maka saya menempatkan posisi sebagai bos, tidak ada dialektika. Namun ketika kasus itu longgar dan memang membutuhkan ruang dialektika maka saya menempatkan sebagai seorang pemimpin, yaitu memberikan ruang dialektika.

Karnoto,Founder Maharti Networking.Eks.Jurnalis, pernah studi Ilmu Marketing Communication Advertising Univ.Mercu Buana Jakarta, Penulis Buku Speak Brand

0 komentar:

Kata Mereka

Chat Whatsap

Contact Us

KARNOTO
085921029049
Kota Serang, Banten